Launching Tentang Angin 2
Ralat: harga CD = Rp30.000,- (update 23 April 2010)
Melanjutkan postingan saya beberapa waktu yang lalu, akhirnya, Album Musikalisasi Puisi Tentang Angin II siap untuk di-launching. Berikut informasi singkatnya:
Acara: Launching Album Musikalisasi Puisi Tentang Angin II
Waktu: Selasa, 27 April 2010; 15.00 - 21.00 WITA
Tempat: Lazer Sport Bar, Jalan Danau Tamblingan No. 82 Sanur
Khusus sebelum dan pada saat launching, album ini dibanderol dengan harga Rp50.000,- Rp30.000,- ditambah bonus snack n drink + voucher belanja di toko buku Togamas. Setelah acara launching, harga naik menjadi Rp70.000,- tanpa bonus. Jadi, jangan sampai melewatkan acara ini yaaa…
Terbuka untuk umum kok….
Sekilas Info
Hari ini sempet ngeliat fans page-nya Angin di Facebook. Ternyata banyak sekali info-info yang terlewatkan, lebih tepatnya ada 3 kegiatan:
- Tanggal 21 Februari 2010, anak-anak angin telah diumumkan sebagai juara 1 dan harapan 1 dalam Lomba Musikalisasi Puisi Arttitude 2010. Anak angin membawakan puisi Pertanyaan Seorang Demonstran (Riki Dhamparan Putra) dan Kayu Cenanan (Ki Dusun) untuk juara 1, serta puisi Tentang Hari Tua (Mansur Samin) dan Ibunda Tercinta (Umbu Landu Paranggi) untuk harapan 1.
- Tanggal 27 & 28 Februari 2010, ada kegiatan Indomie Jingledare di Sidoarjo. Saya sendiri tidak tahu jenis kegiatan ini,
Tentang Angin 2
Update 15 April 2010: acara launching album ini, klik di sini.
Update 24 Maret 2010: iseng searching di Google, menemukan link ini, sebuah peristiwa bersejarah Tentang Angin.
Maaf, saya belum sempat melanjutkan review tentang Malam Apresiasi Sastra Teater Angin 2010. Sebagai penyela, untuk tulisan kali ini, saya hanya akan menginformasikan mengenai rencana peluncuran album musikalisasi puisi oleh anak-anak angin. Kemarin, sewaktu berselancar di facebook, saya mendapati gambar di sebelah ini dari salah satu anak angin, Pasek Darmawaysya. Ya, kembali Teater Angin akan merilis album musikalisasi puisi yang kedua, more »
MAS = Malam Apresiasi Sssttt… [1]
Malam Apresiasi Sastra Teater Angin 2010, telah sukses digelar pada 29 dan 30 Januari 2010. Aplause dan salut pantas dilayangkan kepada anak-anak angin, untuk kerja keras yang telah dilakukan. Sekali lagi anak-anak angin mampu menunjukkan eksistensinya dalam aktifitas kreatif. Mereka tidak hanya berhasil dalam melanjutkan tradisi turun temurun, tapi juga telah mendapatkan pembelajaran yang sangat berarti, dalam mengorganisir sebuah event, mulai dari persiapan, sosialisasi dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, sampai pada kesuksesan dalam menampilkan pementasan yang layak untuk dinikmati.
Pola pelaksanaan MAS tahun ini more »
Malam Jahanam (Preview MAS TA 2010)
Di bulan Januari 2010 ini, kembali anak angin menyelenggarakan Malam Apresiasi Sastra Teater Angin. Seperti tahun-tahun sebelumnya, MAS TA 2010 diselenggarakan selama dua hari, tanggal 29 dan 30 Januari 2010. Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Denpasar, Jalan Kamboja, MAS dimulai pada pukul 19.00 WITA, dimana di hari pertama akan menampilkan Teater Angin (SMA 1 Denpasar), Teater Topeng (SMA 2 Denpasar), Teater Blabar (SMA 4 Denpasar), Teater Limas (SMA 5 Denpasar), Teater Antariksa (SMA 7 Denpasar), Teater Wong Kutus (SMA 8 Denpasar), Teater La Jose (SMAK Santo Yosep), Teater Sang Saka, Teras, Teater Ombak, Teater Bisma, Komunitas Patah Hati (Alumi Angin 2005), more »
Dari “Tukang Kebun” - Rabindranath Tagore
Matamu yang mengandung tanya itu duka. Ia mencari-cari hendak mengetahui isi hatiku bagai bulan hendak menduga laut.
Telah kusingkapkan hidupku seluruhnya di muka matamu, tak ada lagi yang tersembunyi atau tertahan. Itulah sebabnya mengapa tak kau tahu aku.
Jika hidupku hanya sebuah permata, akan dapat kupecahkan jadi seratus keping dan kurangkai jadi seutas rantai untuk kukalungkan di lehermu.
Jika ia hanya sekuntum bunga, bundar dan kecil dan indah, akan dapat kupetik dari batangnya untuk kusematkan di rambutmu.
Tapi ia adalah hati, kekasihku. Di manakah pantai dan dasarnya? more »
Lomba Puisi untuk PSR 2009
Inilah aku. Hanya menulis di kala dirinya ingin atau ada yang layak untuk ditulis. Directly…
Hari itu hari Kamis dalam PSR 2009, 5 Maret. Dari rumah aku udah nyengir-nyengir karena akan dapet dispen setelah sekian lama (1 bulan). Segala sesuatunya telah siap di dalam kotak Pandoraku, yaitu sebuah kamera digital dan baju Teater Angin angkatanku dan kreasi angkatan diatasku. Setelah jam-j, jam pelajaran ke-3, aku langsung cabut, meninggalkan teman-temanku yang hendak mebalih Porjar atletik (kurasa tidak layak tonton, karena terprediksi Smansa kalah) setelah sebelumnya, messenger of S.I.D. from Teater Angin more »
Anak Angin Menunggu Godot
Sudah lebih tiga bulan aku bernostalgia tentang angin dengan menuliskan kembali kilasan-kilasan memori yang masih samar tersimpan. Tiba-tiba saja, kemaren, ada dorongan yang begitu kuat untuk bernostalgia dengan cara yang lain. Aku ingin merasakan kembali suasana angin. Merasakan, dan tidak sekedar mengingat atau membayangkan. Satu-satunya cara adalah, dengan kembali berada di tengah-tengah suasana angin. Kebetulan aku mendapat informasi bahwa anak angin sedang dalam persiapan untuk menggelar Malam Apresiasi Sastra, MAS, pada tanggal 29 dan 30 Januari 2009. Normalnya, saat-saat ini, anak angin pasti sedang intens latihan. Kesempatan yang sangat tepat untuk mengunjungi mereka. more »
Mejogedbumbungan di Kerambitan [Mas Ari' Nganten]
Takkan pernah kubiarkan dunia berhenti berputar
Takkan pernah
Anak-anak berlari dalam suka abadi
Kupanggil namamu dari tempat yang jauh
Adakah kau mendengar dengan rasa rindu
Tangan, kaki, serasa lepas
Mengembara dalam kesenangan sendiri
Tapi… biarkan mereka berlari….
Seperti kami… membentangkan tangan….
Lihatlah! Langit begitu luas untuk kehadiranmu
Puisi di atas adalah sebuah puisi dari Sthiraprana Duarsa, berjudul Biarkan Anak-anak Berlari. more »
Aku Ingin
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak pernah diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak pernah disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
[Aku Ingin, Sapardi Djoko Damono]
