5 Mar 2009, 21:08
Drama Latihan PSR
by Wira

13 comments

Dear Diary

Dalam sebuah kebersamaan, biasanya selalu ada pergesekan. Itu hal yang lumrah. Pergesekan mengarah ke konflik antar individu biasanya terjadi karena perbedaan sensitivitas masing-masing individu tersebut dalam sudut pandang mereka terhadap sesuatu. Cieee… bahasaku sudah keren belum? Soalnya aku mulai bingung dengan apa yang kutulis. Biasanya, semakin aku bingung membaca sebuah tulisan, aku menganggap tulisan tersebut menggunakan bahasa yang luar biasa keren. Wualahhh… :D

Jadi intinya begini. Cerita ini masih dalam rangka persiapan KCDLL-nya anak angin pada PSR tahun 1995. Dalam naskah KCDLL, terdapat tokoh dokter. more »

Anak Angin Menunggu Godot

Sudah lebih tiga bulan aku bernostalgia tentang angin dengan menuliskan kembali kilasan-kilasan memori yang masih samar tersimpan. Tiba-tiba saja, kemaren, ada dorongan yang begitu kuat untuk bernostalgia dengan cara yang lain. Aku ingin merasakan kembali suasana angin. Merasakan, dan tidak sekedar mengingat atau membayangkan. Satu-satunya cara adalah, dengan kembali berada di tengah-tengah suasana angin. Kebetulan aku mendapat informasi bahwa anak angin sedang dalam persiapan untuk menggelar Malam Apresiasi Sastra, MAS, pada tanggal 29 dan 30 Januari 2009. Normalnya, saat-saat ini, anak angin pasti sedang intens latihan. Kesempatan yang sangat tepat untuk mengunjungi mereka. more »

17 Jan 2009, 01:01
Latihan
by ititut4rya

21 comments

Fatal Warm Up

Seperti biasa, latihan Angin selalu diawali dengan pemanasan. Dan hari itu pun demikian (saya lupa tanggal dan bulannya, sepertinya saat itu saya masih kelas 1), sebelum latihan dimulai, kami pun lari keliling lapangan tenis. Saya lumayan keringatan, tapi belum ‘panas’. Maka saya memutar otak, mencari alternatif pemanasan yang menyenangkan. Dan mata saya tertumbuk pada net yang terentang terbengong-bengong tak tersentuh. Saya mengambil ancang, berlari, lalu melompati net dengan gaya ‘stredler’ (saya tidak tahu tulisan pastinya seperti apa, setidaknya waktu SD saya mengucapkannya begitu). Berhasil, tetapi tidak ada mata seorang teman pun yang melirik pada saya. Saya makin semangat! more »

15 Jan 2009, 21:08
Drama Latihan PSR Person
by Wira

6 comments

Tendangan Maut

Tokoh utama kisah kali ini adalah Phillips Andrew Fitzgerald Pangemanan, anak angin angkatanku, ibunya kebetulan seorang guru di Smansa. Layaknya Srimulat yang memiliki tokoh pelengkap penderita semacam Bambang Gentolet atau Gogon, begitu juga dulu Phillips diperlakukan oleh beberapa anak angin. Setiap tingkah lakunya selalu dijadikan bahan olok-olok. Paling enak memang, menggunakan Phillips sebagai bahan candaan. [Phillips, melalui tulisan ini, kusampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya, karena pernah memperlakukanmu tidak sewajarnya. Harus kuakui, Phillips adalah salah satu kawan terbaik.]

Berbicara tentang Phillips, more »

20 Nov 2008, 21:08
Drama Latihan PSR
by Wira

14 comments

Membanting Lidah

PSR 1996, Teater Angin memutuskan untuk mengirim tiga kelompok dalam Lomba Drama Modern. Komidi Sebabak dengan sutradara Eka Sucahya, Orang Asing disutradarai Adhi Tiana, dan RSU yang digarap Wahyu Dhyatmika.

Entah apa yang ada dalam pikiran Eka Sucahya sewaktu memutuskan untuk memilih aku sebagai pemeran Pak Dul yang disutradarainya. Kemampuan aktingku sangat pas-pasan, dan kupikir Sucahya tahu itu. Semula aku lebih condong untuk bermain dalam RSU yang naskahnya tidak seserius Komidi Sebabak. Tapi karena desakan Sucahya, aku hanya bisa pasrah.

Kepasrahan itu membawa bencana buatku. more »

13 Nov 2008, 21:08
Drama Latihan PSR
by Wira

26 comments

Oh, Kelinci

Eka Sucahya tidak hanya pencinta wanita. Dia pun pencinta binatang. Beberapa kali dia menyutradarai pementasan, tidak lupa menyertakan binatang sebagai aktor/aktris. Seperti halnya dalam Komidi Sebabak PSR 1996, Eka Sucahya ingin menghadirkan seekor kelinci untuk menemani Pak Dul, penggali kubur. Maka diutuslah beberapa anak angin untuk membeli kelinci di Pasar Burung, daerah Satrya. (Aneh ga sih, beli kelinci kok di pasar burung?)

Seekor kelinci putih yang lucu akhirnya berhasil diperoleh. Aku lupa, siapa nama yang kami berikan untuknya. Anggap saja si Manis. Sejak saat itu, jatah konsumsi kami mesti dipotong sedikit untuk membeli wortel dan kangkung buat si Manis. more »

1 Nov 2008, 21:08
Drama Latihan PSR Person
by Wira

10 comments

Bersahabat dengan Ahli Kubur

Ada satu tehnik yang biasanya dilakukan untuk pendalaman peran. Ketika kita akan berperan sebagai pembantu rumah tangga, maka cobalah untuk menjadi babu di sebuah rumah. Ketika kita akan berperan sebagai orang gila, maka cobalah untuk bergaul selama beberapa hari di Rumah Sakit Jiwa. Dan seterusnya.

Itu juga yang coba aku lakukan ketika akan berperan sebagai Pak Dul dalam naskah Komidi Sebabak, pada Lomba Drama Modern PSR tahun 1996. Pak Dul adalah seorang penggali kubur. Setting panggung Komidi Sebabak adalah di sebuah kuburan. Sore itu, setelah latihan berakhir, Eka Sucahya sang sutradara tiba-tiba nyeletuk, “Wir, cobalah ntar malem kau pergi ke kuburan. Rasakan suasananya.” more »