29 Jan 2009, 21:08
Tradisi
by Wira

10 comments

Lalungiiin…!

[Mohon diperhatian. Tulisan berikut ini mengandung sedikit unsur jorok. Bagi yang tidak bisa berdamai dengan keterjorokan, harap jangan melanjutkan membaca. Terima kasih atas keperhatiannya....]

Lalungin, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan menjadi, “Telanjangiii…!” Entah sejak kapan tradisi ini mulai ada di kalangan anak angin. Yang jelas, semenjak pertama kali menginjakkan kaki di angin, aku sudah mendengar teriakan itu, “Lalungiiin…!” Dan sampai sekarang, setelah hampir dua belas tahun, kadang anak angin bertanya kepadaku ketika menyempatkan diri berkunjung, “Bli, jamannya Bli dulu udah ada lalung-lalungin belum?” Haha… tentu sudah. more »

Anak Angin Menunggu Godot

Sudah lebih tiga bulan aku bernostalgia tentang angin dengan menuliskan kembali kilasan-kilasan memori yang masih samar tersimpan. Tiba-tiba saja, kemaren, ada dorongan yang begitu kuat untuk bernostalgia dengan cara yang lain. Aku ingin merasakan kembali suasana angin. Merasakan, dan tidak sekedar mengingat atau membayangkan. Satu-satunya cara adalah, dengan kembali berada di tengah-tengah suasana angin. Kebetulan aku mendapat informasi bahwa anak angin sedang dalam persiapan untuk menggelar Malam Apresiasi Sastra, MAS, pada tanggal 29 dan 30 Januari 2009. Normalnya, saat-saat ini, anak angin pasti sedang intens latihan. Kesempatan yang sangat tepat untuk mengunjungi mereka. more »

22 Jan 2009, 21:08
GKS Journey Operet Person
by Wira

14 comments

Phillips Keliling Bali!

Masih tentang Phillips. Saat ini ketika Phillips sudah menginjak kelas 3, anak angin sedang dalam persiapan produksi operet untuk GKS tahun 1996. Seperti ritual tradisi anak angin dalam suatu produksi operet, yang dimulai dengan mencari inspirasi malam sampai larut di Pantai Kuta, begitu juga kali ini. Beberapa anak angin, khususnya cowok-cowok, malam itu telah bersiap-siap menuju Pantai Kuta.

Yang spesial malam itu adalah, di antara rombongan anak angin, terselip seorang Phillips! Lho, apanya yang spesial? Sangat spesial, karena tidak pernah sekalipun sebelumnya, Phillips diperbolehkan oleh Ibunda tersayang untuk ikut hura-hura sampai tengah malam bersama angin. more »

21 Jan 2009, 17:39
Intermezo
by Wira

15 comments

Hadiah Istimewa

Kemaren aku mendapat sebuah hadiah. Padahal, kemaren itu, ulang tahunku masih 213 hari lagi. Sepertinya si pemberi hadiah ndak pernah tahu ulang tahunku. Atau jangan-jangan, dia ngasi hadiah karena kemaren itu, dia baru 8 hari melewatkan ulang tahunnya sendiri. Ha! Betapa baiknya, seseorang yang sedang berulang tahun, memberikan hadiah kepada kawannya. Tapi apapun itu, hadiah ini sungguh membuatku begitu bergembira. Saking gembiranya, aura kegembiraan itu begitu menonjol menghiasi tubuh ini. [Maaf, bukan aura* yang menonjol....] Terbukti dengan reaksi kawan-kawan kantor ketika berpapasan denganku.

“Hei… girang sekali sepertinya kamu ya? more »

17 Jan 2009, 01:01
Latihan
by ititut4rya

17 comments

Fatal Warm Up

Seperti biasa, latihan Angin selalu diawali dengan pemanasan. Dan hari itu pun demikian (saya lupa tanggal dan bulannya, sepertinya saat itu saya masih kelas 1), sebelum latihan dimulai, kami pun lari keliling lapangan tenis. Saya lumayan keringatan, tapi belum ‘panas’. Maka saya memutar otak, mencari alternatif pemanasan yang menyenangkan. Dan mata saya tertumbuk pada net yang terentang terbengong-bengong tak tersentuh. Saya mengambil ancang, berlari, lalu melompati net dengan gaya ‘stredler’ (saya tidak tahu tulisan pastinya seperti apa, setidaknya waktu SD saya mengucapkannya begitu). Berhasil, tetapi tidak ada mata seorang teman pun yang melirik pada saya. Saya makin semangat! more »

15 Jan 2009, 21:08
Drama Latihan PSR Person
by Wira

4 comments

Tendangan Maut

Tokoh utama kisah kali ini adalah Phillips Andrew Fitzgerald Pangemanan, anak angin angkatanku, ibunya kebetulan seorang guru di Smansa. Layaknya Srimulat yang memiliki tokoh pelengkap penderita semacam Bambang Gentolet atau Gogon, begitu juga dulu Phillips diperlakukan oleh beberapa anak angin. Setiap tingkah lakunya selalu dijadikan bahan olok-olok. Paling enak memang, menggunakan Phillips sebagai bahan candaan. [Phillips, melalui tulisan ini, kusampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya, karena pernah memperlakukanmu tidak sewajarnya. Harus kuakui, Phillips adalah salah satu kawan terbaik.]

Berbicara tentang Phillips, more »

12 Jan 2009, 21:08
Intermezo
by Wira

12 comments

Ceritangin Needs Contributor(s)

Hah… setelah hampir tiga bulan bernostalgia dengan menulis tentang angin dari kacamata ingatan saya, ingin rasanya menghadirkan sekelebat sekelumit nostalgia angin dari kacamata ingatan kawan-kawan yang lain. Saya ingin sekali membaca tulisan kawan-kawan. Bukan sekedar tulisan berupa komentar dalam postingan saya. Tapi tulisan berupa postingan dari kawan-kawan, nanti giliran saya yang komentar. Tidak hanya dari generasi 90-an, tapi juga dari generasi 2000-an, atau bahkan 80-an kalau ada. Nantinya, blog title di atas juga akan berganti menjadi hanya Nostalgia Angin. So, dengan ini saya umumkan, CERITANGIN MEMBUTUHKAN KONTRIBUTOR! more »

Mejogedbumbungan di Kerambitan [Mas Ari' Nganten]

Takkan pernah kubiarkan dunia berhenti berputar
Takkan pernah
Anak-anak berlari dalam suka abadi

Kupanggil namamu dari tempat yang jauh
Adakah kau mendengar dengan rasa rindu

Tangan, kaki, serasa lepas
Mengembara dalam kesenangan sendiri
Tapi… biarkan mereka berlari….
Seperti kami… membentangkan tangan….
Lihatlah! Langit begitu luas untuk kehadiranmu

Puisi di atas adalah sebuah puisi dari Sthiraprana Duarsa, berjudul Biarkan Anak-anak Berlari. more »

6 Jan 2009, 21:08
Puisi
by Wira

9 comments

Aku Ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak pernah diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak pernah disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

[Aku Ingin, Sapardi Djoko Damono]

1 Jan 2009, 21:08
Journey
by Wira

15 comments

Membelah Bali [7]

Tak terasa, pagi di Kintamani menjadi awal hari kelima perjalanan kita bertiga. Sebelum melanjutkan mengayuh sepeda, aku, Adhi, dan Ardita sempat foto bareng dengan anak laki-laki si Ibu penjaga warung, umur sepuluh tahunan. Matanya berbinar riang, mungkin itu pertama kali dia difoto. Mungkin juga terpikir di benaknya, “Suatu saat aku ingin seperti kakak-kakak yang gagah perkasa ini….” Lalu, hanya ucapan terima kasih yang kita tinggalkan.

Jalanan masih menanjak. Menurut perhitungan Ardita, yang lumayan menguasai daerah di sana, hari itu juga kita bisa sampai di desanya, Manukaya, Tampaksiring, Gianyar. Selambat-lambatnya kayuhan sepeda kita, more »

 
  
 
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Top Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    [Kena.Ajian.Sirep] [Anak.Muda] [Keroyokan.Cerpen] [Adhi.Runner-Up] [Malioboro] [Eksperimen.Eksperimen] [Maaf.Saya.Tidak.Tahu.Perubahan.No.Undi] [Wahyu.Gagal.Mengkader.Wira] [Wisata] [Ratna] [Sucahya.Jangan.Diajak] [Lautan] [Dispen.Nonton.Film] [Angin.Biang.Demo] [Antologi.Bersyarat] [Sibang.Kaja]