30 Oct 2008, 21:08
Drama PSR
by Wira


Orang Asing, Rupert Brooke [2]

PSR tahun 1997. Lagi-lagi panitia menyelipkan naskah Orang Asing sebagai naskah pilihan dalam lomba drama modern. Tapi dengan pengalaman tahun sebelumnya, anak angin malah menyambutnya dengan bergairah. Anak angin akan kembali menghadirkan Orang Asing yang berbeda. Orang Asing yang sungguh asing.

Adhi Tiana, sang sutradara, semula ingin menghadirkan Orang Asing bernuansa ke-Bali-an. Mulai dari setting panggung berarsitektur Bali dengan bale dangin, bale daja, dan sebagainya; sampai pada karakter tiap pemain yang mengadopsi karakter-karakter khas orang Bali. Tapi setelah dipikirkan dari berbagai aspek, terutama masalah perlunya panggung yang begitu luas, tapi Wantilan Taman Budaya tidak memungkinkan untuk itu, dan setelah berdiskusi dengan Putu Satrya, maka ide itu akhirnya diurungkan.

Tapi tetap, bahwa kita harus membuat sesuatu yang baru. Akhirnya diputuskan, panggung kali ini akan menghadirkan suasana belakang rumah. Dapur diperlihatkan kepada penonton. Ciri khasnya adalah menampilkan sumur di sayap kanan panggung, lengkap dengan adegan menimba. Salah satu interaksi antara orang asing dengan si gadis terjadi di sekitar sumur ini. Untuk menghadirkan adegan menimba secara real, kita menempatkan ember besar penuh dengan air di dalam sumur buatan.

Setelah dihitung kebutuhan luas panggung dan ukuran Wantilan Taman Budaya, ternyata ukuran panggung kita masih lebih luas dari ukuran panggung di wantilan. Yang kita lakukan adalah menutupi bagian lubang di sekeliling panggung wantilan dengan membuat level dari triplek dan kayu. Tapi karena pengukuran yang tidak akurat, akhirnya masih ada bagian yang tidak tertutup dengan sempurna. Pada saat pementasan, hal ini menjadi cacat karena seorang pemain terperosok ke dalamnya, lalu terlihat kaget dan terkejut serta terlambat memberikan respon berupa improvisasi.

Hasil akhirnya, Orang Asing versi sumur hanya memperoleh juara III pementasan, tapi Adhi Tiana berhasil menyabet gelar penyutradaraan terbaik. Dan anak angin tetap berjaya, karena garapan Kisah Cinta Dan Lain-lain berhasil menjadi pementasan terbaik, Rahayu Ujianti sebagai pemeran wanita terbaik, ditambah Imam Wahyudi sebagai juara II penyutradaraan. Pelajaran berharga kali ini adalah seharusnya kita melakukan gladi bersih dengan panggung yang sebenarnya, untuk membiasakan pemain dengan situasi panggung asli, sehingga bisa meminimalisir cacat pementasan.

3 Nov 2008, 18:14
by imamwahyudi.com


Hai Wir,Terima kasih sudah menjadi sulur angin Wir, yang menarikku kembali ke Nostalgia terindah masa SMA. Aku rindu sekali dengan komunitas ini. 10 tahun sudah. Satu dekade hidup dengan menutup sisi jiwa yang satu ini.Salam kenal untuk semua

[Reply]

Wira Reply:

Sepuluh tahun ya? Tidak terasa memang. Jadi, siap untuk membuka kembali sisi jiwa yang satu itu? 27 Desember 2008! Bengkel Kangen Angin.

1997 ya, debut sy di PSR itu, sambung terus hingga 2002,haha

@mas imam, sepertinya pernah bantu2 sy wkt 1998 krn diundang pak GM (SMP 1) tuk urusin lightingnya,hehe
sy yg jd Tuan Arwah itu Mas,haha salam =)

[Reply]

Wira Reply:

Wah, wah, rupanya Jer ini tidak pernah melewatkan PSR sekalipun sejak SMP sampai SMA. Salut! Dan bagaimana kabarnya Tuan Putri? Itu tahun berapa? 2001 sepertinya.

@Bli Wira,
haha jurinya udah bosan sm sy bli, klo penontonnya ga tw y, wakaka. itu tahun 2000 bli, pelampiasan kekecewaan yg salah, jangan ditiru ya bli,hehe. ah sy sudah punya kupu-kupu sekarang =)

[Reply]

Wira Reply:

Hueheheh… kadang-kadang yang unik dan otentik boleh ditiru Jer. Sekarang kupu-kupu ya? Kupu-kupunya masih diburu, atau sudah dalam sangkar? Warnanya putih, hitam, atau poleng? :)

Hmm….. Orang Asing!!! , naskah drama ini paling sering TA pentaskan. Tahun 1991, TA memperoleh juara Harapan 1 di PSR. Fotonya aku upload di http://budikmo.multiply.com/photos/album/6#8
Tahun 1993 kembali TA mementaskan orang asing dan keluar sebagai juara 3. Nggak nyangka juga kalau generasi Angin berikutnya masih mementaskan naskah ini. Mungkin naskah Orang Asing sudah “metaksu” kalau dibawakan TA…. :)
Thanks.

[Reply]

Wira Reply:

Iya Bli, sing med-med main Orang Asing. Habis, naskah bagus yg disediain panitia cuma Orang Asing. Tapi masak yg tahun 1993 cuma juara 3? Bukannya juara 1 ya? Itu yang Eka Santosa udah tamat masih main kan? Makanya perwakilannya bukan Teater Angin, tapi Teater Nigna. Kan? Btw, fotonya jadul kali. Budi Besi dan Agus Merdeka mengapit Dimas. Hihihih….

Ya, waktu itu kita pakai Teater Nigna, kebalikan dari Angin he he…. :) Seingatku kayaknya juara 3 sih, juara satunya TA dgn naskah Bila Malam Bertambah Malam.. Lupa-lupa ingat, abis udah tua je… hiks :(

[Reply]

Wira Reply:

Ceile… yang sudah merasa tua…. Coba ketemu ama cewek ABG, pasti ngaku masih swit sepentin… hihihi….

Nigna juara 1 pak budi….. Angin juara 3. Waktu itu, kalian post power syndrome. hehehe….. tapi kita juga keterlaluan, tidak melibatkan kelas 3.

[Reply]

Wira Reply:

Aku masih kelas 3 SMP waktu itu. Tapi dari buku catatan angin, aku tahu kedahsyatan angin dengan mengirim 4 grup drama saat itu, termasuk NIGNA. Kakakku Eka Santosa yang sudah tamat SMA ikut main untuk NIGNA.

…emmm seingatku aku sempet shoot orang asing versi sumur ini pake camera video pinjeman dari anak osis…suasananya gelap…dimana yak sekarang hasil rekaman ini ?

[Reply]

Wira Reply:

Wah, Pak Barli akhirnya muncul. Video itu sudah hilang, Bar. Gantet meminjamkan video itu ke TVRI, dan tidak dibalikin sampai sekarang….

12 Dec 2008, 21:48
by eka sucahya


hehehehe…
inget nih aku..sempet bertukar kata sama dimas dan agus merdeka..dan juga mona..hehehehe kalimatmu pas dhyatmika..post power syndrome…hehehehe…

[Reply]

Wira Reply:

Hehehe… untuk menghindari Sucahya dan Dhyatmika terkena post power syndrome, dengan sangat terpaksa kita mengajak kalian terlibat waktu kalian sudah kelas tiga. Hihihihihi… :D

*name

*e-mail

web site

leave a comment


 
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    [Kena.Ajian.Sirep] [Anak.Muda] [Keroyokan.Cerpen] [Adhi.Runner-Up] [Malioboro] [Eksperimen.Eksperimen] [Maaf.Saya.Tidak.Tahu.Perubahan.No.Undi] [Wahyu.Gagal.Mengkader.Wira] [Wisata] [Ratna] [Sucahya.Jangan.Diajak] [Lautan] [Dispen.Nonton.Film] [Angin.Biang.Demo] [Antologi.Bersyarat] [Sibang.Kaja]