11 Dec 2008, 21:08
Casting Drama PSR
by Wira


Hatiku untuk RSU

Mari kita kembali ke cerita seputar PSR. Dalam tulisan [membanting lidah] sudah dijelaskan bahwa anak angin mengirim 3 grup drama pada PSR tahun 1996. Salah satunya adalah RSU, yang disutradarai Wahyu Dhyatmika.

Melihat sekilas naskah RSU, aku sudah tertarik. Amat sangat bisa dimainkan. Dan karena sutradaranya Wahyu, aku semakin tertarik. Pengalaman yang begitu mengesankan dalam Sorga Neraka di bawah arahan Wahyu menjadi alasan utamanya. Ingin rasanya mengulang kembali kejayaan Sorga Neraka ke dalam RSU. Lalu aku berharap dipilih sebagai salah satu pemeran oleh Wahyu pada saat casting nantinya.

Pucuk dicinta ulam tiba. Sebelum casting secara resmi diadakan, Wahyu sudah mendekatiku, membisiki untuk mau bermain dalam RSU. Whaaa… ini mungkin yang dinamakan dream come true. Tanpa ragu-ragu lagi aku langsung mengiyakan.

Tapi bisikan Wahyu tertanya terdengar oleh telinga super Eka Sucahya. Katanya, “Ga bisa Yu! Wira main sama aku di Komidi Sebabak. Aku butuh dia.” Gubrakz… pucuk tak cinta, ulamnya dibawa lari sama kucing. [ulam adalah bahasa bali untuk ikan] Langit serasa runtuh. Dream come true? Yang ada mah, in your dream….

Hhh… entah kenapa aku tidak bisa menolak ajakan Sucahya untuk bermain dalam Komidi Sebabak. Padahal hatiku saat itu hanya untuk RSU. Sudah terbayang kegilaan yang luar biasa di atas panggung. Kebebasan berimprovisasi yang tidak dibelenggu. Eksplorasi diri seluas-luasnya. Naskah RSU memberi ruang yang sangat leluasa untuk itu semua. Apalagi sutradaranya adalah Wahyu. Klop.

Sudahlah, itu semua hanya angan. Yang bisa kulakukan hanyalah berkonsentrasi untuk Komidi Sebabak, sambil sesekali tetap men-support dan mengintip RSU. Bahkan dalam proses perombakan naskah menjadi naskah yang diinginkan Wahyu, aku ikut terlibat secara aktif. Dan disela-sela istirahat latihan untuk Komidi Sebabak, aku pasti menyempatkan diri menonton latihan persiapan RSU, ikut terlibat secara emosional. Hatiku memang untuk RSU.

Sudahlah Wir, improvisasi bebas mengacau naskah dan kegilaan di panggung RSU biarlah menjadi kenangan manis buat saya saja.
Hahaha :-p

Meski tidak menang karena alasan yang dibuat-buat juri(setting panggung yang katanya berbahaya, hahaha) RSU adalah pentas drama gila terakhir buat saya karena kelas tiga sudah harus dapet jatah sutradara (sebenarnya apakah karena akting saya lebih buruk dari Gantet, jadi saya yang dikader jadi sutradara??? Ini pertanyaan yang belum terjawab Wir. Hahaha..)

[Reply]

Wira Reply:

Hehehehe… tidak juara karena jurinya kita usir ke belakang… hahaha… marah mereka. Aku tulis tuh di cerita berikutnya. Soal sutradara, weleh… itu karena Gantet nya aja yang menurut kita tidak becus jadi sutradara… hihihi…. [Aku sengaja menghujat Gantet, biar dia keluar dari persembunyiannya. Selama ini secara diam-diam Gantet juga mengintip blog ini, tapi sekalipun ga pernah ngeluarin komen. Ayo Tet... keluarin komen mu! Masak ga malu dibilang ga becus jadi sutradara?]

hehehe berbakat banget ya pak.. sampe keduanya mau oM wir ikutan :) hihi saLut!

[Reply]

Wira Reply:

Wah, saya memang hebat. Hebat banget nulisnya, jadi Wie ketipu, sampai berpikir saya ini berbakat banget. Emang sih, berbakat banget, berbakat menipu… hahaha….

14 Dec 2008, 11:07
by arsa a1 computer


memang sering ada dilema wir….,
seperti aku yang tidak bisa berperan sebagai pemerkosa ARIANI, wanita yang gagah perkasa itu!

[Reply]

Wira Reply:

Huahahah… oh, aku inget. Ternyata Dogler yang jadi pemuda yang mencoba memperkosa adik perempuan Orang Asing yang gagah perkasa itu. Huahahah… tapi seandainya adegan itu bukan adegan perkosaan, tapi adegan yang sukarela, aku yakin kamu pasti bisa, Gler… hihihihihi….

3 tim! ckckckck…. absurd! hehehe…

[Reply]

Wira Reply:

Hehehe… jaman itu belum ada musikalisasi puisi, Doel. Satu-satunya kesempatan mengekspresikan diri adalah di LDM PSR. Makanya, kita berusaha supaya semua anak angin bisa terlibat, dengan mengirim tim sebanyak mungkin yang kita mampu. Bahkan dua tahun sebelumnya, waktu aku masih kelas 3 SMP, anak angin konon mengirim 4 tim!

hehe emang paling enak klo sepenuh hati ya Bli..
seperti sebuah kata mutiara dari italia, kaki akan melangkah ke tempat dimana hati berada.

artinya kalau hati bisa dibawa terus, kemanapun melangkah bisa sepenuh hati jadinya,hehe

[Reply]

Wira Reply:

Ah, kok aku ga ngerti ya Jer… bahasamu terlalu tinggi, pake kata mutiara dari Itali segala… hihihi…. Yah, percaya aja deh sama apa yang dibilang Jer. :)

8 Dec 2010, 01:22
by riyan hp


salam seni dan budaya.
salam kenal dan sejahtera. sudah lumayan lama saya mengenal teater angin lewat Dora Emon (nickname di Facebook). ntah nama aslinya siapa itu gak penting yang penting tetap terjalin tali sillaturrahim.
saya membaca karya temen-temen teater angin yang sudah diterbitkan. dan saya mendapatkan cetakan yang kedua dari Dora Emon. terima kasih sekali lagi untuk Dora. saya aktif di teater AKeQ, Gresik Jawa Timur.
terima kasih

[Reply]

*name

*e-mail

web site

leave a comment


 
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    [Kena.Ajian.Sirep] [Anak.Muda] [Keroyokan.Cerpen] [Adhi.Runner-Up] [Malioboro] [Eksperimen.Eksperimen] [Maaf.Saya.Tidak.Tahu.Perubahan.No.Undi] [Wahyu.Gagal.Mengkader.Wira] [Wisata] [Ratna] [Sucahya.Jangan.Diajak] [Lautan] [Dispen.Nonton.Film] [Angin.Biang.Demo] [Antologi.Bersyarat] [Sibang.Kaja]