1 Jan 2009, 21:08
Journey
by Wira


Membelah Bali [7]

Tak terasa, pagi di Kintamani menjadi awal hari kelima perjalanan kita bertiga. Sebelum melanjutkan mengayuh sepeda, aku, Adhi, dan Ardita sempat foto bareng dengan anak laki-laki si Ibu penjaga warung, umur sepuluh tahunan. Matanya berbinar riang, mungkin itu pertama kali dia difoto. Mungkin juga terpikir di benaknya, “Suatu saat aku ingin seperti kakak-kakak yang gagah perkasa ini….” Lalu, hanya ucapan terima kasih yang kita tinggalkan.

Jalanan masih menanjak. Menurut perhitungan Ardita, yang lumayan menguasai daerah di sana, hari itu juga kita bisa sampai di desanya, Manukaya, Tampaksiring, Gianyar. Selambat-lambatnya kayuhan sepeda kita, paling tidak di sore hari akan sampai di Manukaya, begitu Ardita. Tapi benar apa kata si ibu tukang warung sebelumnya, yang kita temukan dalam perjalanan lanjutan ini hanya hutan belantara. Lalu, hanya butuh sekitar dua jam untuk tiba di daerah tertinggi Kintamani, wilayah yang digunakan sebagai tempat dipancangkannya menara stasiun relay TVRI. Kalau tidak salah di sana ada pura juga, karena seingatku kita sempat sembahyang bersama.

Perjalanan selanjutnya adalah perjalanan yang sangat lancar. Jalanan menurun dan cuaca yang sejuk membantu semuanya. Ternyata perkiraan Ardita meleset. Menjelang siang hari kita sudah tiba di Tampaksiring. Lalu kita singgah di Manukaya, rumah Ardita. Istirahat, makan siang, main rindik, mengenang kembali serunya perjalanan ini. Setelah power dicharge full, kita melanjutkan fase terakhir perjalanan ini, PULANG!

Ke Denpasar dari Tampaksiring, kita memilih rute melalui Goa Gajah. Di tengah perjalanan hujan kembali turun. Hajar saja bleh, karena sebentar lagi kita menyelesaikan petualangan ini. Berbagai perasaan berkecamuk di dada. Senang, bangga, haru, dan ini cukup memompa adrenalin kita. Lalu kita membayangkan, di garis finish nanti, Smansa Denpasar, temen-temen yang kebetulan mungkin berkumpul akan menyambut kita dengan meriah, mengelu-elukan bagai pahlawan yang menang perang.

Sore sekitar jam empat kita sudah tiba di Smansa, masih dengan guyuran hujan. Ternyata sepi, tidak ada siapa pun. Keinginan untuk sesegera mungkin menceritakan petualangan ini membuat kita memutuskan untuk menunggu sebentar, berharap dalam beberapa saat ke depan akan ada temen yang datang. Hahaha… tidak satu pun yang datang, padahal biasanya sekolah ramai di sore hari. Capek menunggu, akhirnya kita pulang dengan sedikit kekecewaan, karena belum sempat menyombongkan diri di depan orang-orang. Ah, masih ada waktu untuk menjadi pendongeng.

Itulah akhir perjalanan ini. Kita namakan Ekspedisi Membelah Bali. Rencana semula memang keliling Bali, menyusuri pantai. Tapi karena rute yang bisa kita tempuh hanyalah memotong bagian tengah Pulau Bali, bagaikan membelah, maka memang lebih tepat dikatakan Membelah Bali. Ada keinginan untuk menapaktilasi perjalanan ini suatu saat. Walaupun mungkin tidak dengan bersepeda, tidak apa-apa lah menggunakan kendaraan bermotor. Ada yang tertarik untuk bernapak-tilas denganku? Tapi memang sungguh disayangkan, aku tidak punya catatan detail tentang nama dan alamat pasti dari mereka yang telah dengan suka rela menampung kita. Apa kabarnya bapak di Mengwi yang menghampiri kita di poskamling, apa kabarnya bapak Kepala Desa Gitgit waktu itu, apa kabarnya ibu tukang warung di sebuah desa terpencil di Kintamani? Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk segala kemurahan hati. [end of the story, but not the spirit, and the pride....]

wah artinya kalian mampir ke desaku: Jeruk Mancingan.

mulailah mengumpulkan foto2 hasil jepretan itu untuk melengkapi data sejarah ini…

by Wira: Wah, berarti Dadap melihat kita waktu itu ya… hueheheh…. Soal foto-foto, mudah-mudahan masih ada di Ardita. Nanti aku tanya dulu, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ku-upload di sini.

[Reply]

oya lupa: selamat tahun baru semua…

by Wira: Selamat Tahun Baru!

[Reply]

kenapa ga ini dijadiin pilem aja? kayaknya seru tuh… hehehe… Selamat taun baru juga buat semua anginers…

by Wira: Pilem? Doel mau jadi sutradara? Selamat tahun baru juga!

[Reply]

akhirnya episode terakhir terbit juga….,
selamat ya…,

selamat tahun baru buat anginers semua…,

by Wira: Hehe… silahkan harap-harap cemas, siapa tahu ada sekuelnya. Selamat tahun baru juga!

[Reply]

huahaha.. Akhirnya cerita ini dengan gagahnya diposting, soalnya di Sekre ANGIN sepi.. =p
HaPPy New Year!!

by Wira: Hihi… Wie tau aja. Begitulah, banyak cara untuk mendongeng. Klo tidak ada yang mau mendengar secara lisan, terpaksa disampaikan secara tulisan…. :) Selamat Tahun Baru!

[Reply]

Bagusnya ada fotonya, biar pembaca ngerasain seperti di alam Bali yang indah

by Wira: Wah, selamat datang dan salam kenal, Mas Yudi. Thanks udah mau mampir di sini. Iya, mudah-mudahan fotonya masih tersimpan dengan baik di temen saya. Nanti saya minta dulu, di-scan, trus mudah-mudahan secepatnya bisa di-upload.

[Reply]

mantap euy, asiknya bertualang, bertemu orang2 luar biasa tulus. selamat tahun baruuuu, petualangan baruuu =)

by Wira: Wah, sayangnya ini adalah petualangan lama, Jer. Sekedar bernostalgia. Belum ada nyali untuk membuat petualangan baru euy. Selamat tahun baru!

[Reply]

halo… salam kenal

nama saya juga Wira, hehehehe

saya tau blog ini dari milis BBC

by Wira: Salam kenal, Wira Utama. Kalau saya, Wira Santosa. Thanks sudah mampir.

[Reply]

Wahhh lewat kintamani bli????Tyang hampir setiap pulang kampung lewat sana,ya ditampat relay tvri itu pura Pucak Panulisan, yang jaman dulu dikenal dengan Bukit Panarajon :D

by Wira: Wah, jangan-jangan kampungnya Departa kita lewatin dulu ya….

[Reply]

9 Jan 2009, 11:41
by bagiok


lo telo telo…
engken kabare, makelo sing tepuk ne
kapah2 melali nae ke gatsu I/IX no.4, rage ngoyong ditu.

by Wira: Huah! Ada Bagio! Diundang main TT ajak Pentit Gyo, dia lagi ada di Bali. Bagaimana kalau rumahmu kita jadikan markas TT!

[Reply]

Behh. terlalu cepet endingnya Bli Wir… capek yah? btw pas pulangnya selain ujan, ada kejadian seru gag? hehe..

Btw mantab bener perjalanannya, saya yang membaca aja ampe ngiri lum punya pengalaman seperti pengalaman Bli Wir. Oh iya, lok ada dokumentasinya masukin yah..bakal tambah mantab…

Trims Bli

by Wira: Yah, selain capek, udah diburu mau masuk sekolah lagi euy, makanya cepet-cepet. Mmm… kayaknya ga ada yang seru lagi deh. Klo ada, pasti ditulis lah. OK deh, ntar klo foto-foto udah ketemu, langsung saya posting. Mudah-mudahan masih ada di temen… ;)

[Reply]

I will try it. One day. Even if it’s going to be so far away for the day. For the lives all so wasted and gone. I’ll feel the pain of the riding through Bali in a week. Through Bali. We’ll carry on!

-ngutip liriknya DragonForce “Through the Fire and Flames”-

Gila, Sangat. ****
Greetings

[Reply]

Wira Reply:

Selamat bertualang, selamat berjuang!

12 Feb 2009, 14:08
by sukada


emangne bagiok main TT?

[Reply]

Wira Reply:

Eh, iya ya. Klo kita lagi asyik TT-an, si Bagio malah mengunci diri di kamar… :D

baggio Reply:

hahaha ga tertarik om tello,

beh mare buka ne, gara2 search di google tukang kebun rabindranath tagore, jeg i tello muncul, hahaha

Wira Reply:

Mimih… ada Bagio rupanya intip-intip. Beli aja bukunya Tagore Gio… di Gramedia atau Togamas banyak kayaknya… ;)

salu…salut….kalo ada arak sekarang, maka aku toast buat kalian….

[Reply]

wah, baca rapelannya selesai juga. Seru abis!!! Bravo!!! kalo ada acara napak tilas mengenang kebanggaan kalian, ajakin vi ya, kali aja bisa ikut.

[Reply]

21 Mar 2011, 15:18
by sukada


yukk keliling bali lagi

[Reply]

dije kau suk?
nu di woodland ujung tumasik?

[Reply]

Emang anak teater angin buduh2… ipidan jama senior suba buduh, generasi berikutnya ternyata lebih buduh…. Angin Topp….
Sukses buat alumni Angin dmana saja berada…

[Reply]

*name

*e-mail

web site

leave a comment


 
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    [Kena.Ajian.Sirep] [Anak.Muda] [Keroyokan.Cerpen] [Adhi.Runner-Up] [Malioboro] [Eksperimen.Eksperimen] [Maaf.Saya.Tidak.Tahu.Perubahan.No.Undi] [Wahyu.Gagal.Mengkader.Wira] [Wisata] [Ratna] [Sucahya.Jangan.Diajak] [Lautan] [Dispen.Nonton.Film] [Angin.Biang.Demo] [Antologi.Bersyarat] [Sibang.Kaja]