5 Mar 2009, 21:08
Drama Latihan PSR
by Wira


Dear Diary

Dalam sebuah kebersamaan, biasanya selalu ada pergesekan. Itu hal yang lumrah. Pergesekan mengarah ke konflik antar individu biasanya terjadi karena perbedaan sensitivitas masing-masing individu tersebut dalam sudut pandang mereka terhadap sesuatu. Cieee… bahasaku sudah keren belum? Soalnya aku mulai bingung dengan apa yang kutulis. Biasanya, semakin aku bingung membaca sebuah tulisan, aku menganggap tulisan tersebut menggunakan bahasa yang luar biasa keren. Wualahhh… :D

Jadi intinya begini. Cerita ini masih dalam rangka persiapan KCDLL-nya anak angin pada PSR tahun 1995. Dalam naskah KCDLL, terdapat tokoh dokter. Dokter ini diperankan oleh Arie Mayuni, a.k.a. Eva. Lalu, sehari sebelum pementasan, Phala sang sutradara membuat sebuah keputusan yang sangat mengejutkan. Keputusan itu tertuang dalam dialog antara Phala dan aku, kira-kira seperti berikut ini, tapi tidak persis sama. Hanya sekedar pendeskripsian suasana.

“Wira, tolong segera hubungi Tita. Minta dia untuk datang latihan sore ini.” kata Phala siang itu.

“Latihan apa maksudmu Phal?” aku bingung.

“Latihan KCDLL tentu saja, apa lagi?”

“Lho? Tita kan ndak ikutan di KCDLL. Lagian semua peran kan sudah terisi. Atau kamu mau menambahkan tokoh baru?”

“Aku mau ganti Eva. Dia ndak mau main.”

“Lho, kenapa?”

Aku tidak mendapat jawaban dari Phala, tapi aku segera menghubungi Tita. Dalam kebingungan dan penasaran, aku mencoba menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin Phala tidak puas dengan permainan Eva. Ah, rasanya tidak seperti itu, karena menurutku akting Eva sudah lumayan. Atau jangan-jangan Eva mendadak sakit? Lalu aku mencoba mencari tahu, dengan menanyakan kepada soulmate-nya Eva waktu itu, Ika.

Ooo, jadi begitu. Ternyata telah terjadi sebuah insiden pada saat makan siang, sesaat sebelum Phala meminta aku menghubungi Tita. Kebetulan aku tidak berada di TKP waktu itu. Nah, ceritanya, siang itu, salah satu kru KCDLL, entah siapa, aku lupa, telah melakukan sebuah tindakan yang tidak menyenangkan terhadap Eva! Nah, lho!

Oknum kita ini telah menyentuh bagian yang paling sensitif, paling pribadi, dari Eva. Yang paling sensitif itu, adalah, sebuah diary. Entah bagaimana ceritanya, diary Eva sudah ada di tangan si oknum. Lalu dia membaca dengan keras pada salah satu bagian diary itu, “Dear diary, bla… bla… bla….”

Mungkin maksud si oknum hanya bercanda, sekedar melontarkan humor pelepas suntuk, dengan membaca keras sebuah bagian dari diary Eva yang dianggapnya menggelitik, mencoba membuat semua orang tertawa. Tapi yang tidak dia sadari, perbuatannya telah mengusik titik emosi paling sensitif dari Eva. Diary adalah cerminan rahasia hati. Untuk orang seperti Eva, rahasia hatinya tidaklah untuk dikonsumsi orang banyak. Maka, Eva tersinggung berat, marah besar, dan memutuskan untuk tidak melanjutkan perannya sebagai dokter di KCDLL.

yeh.. mone gen bli?

[Reply]

Wira Reply:

Haha… kanggoang amonto gen Doel…. Hah? Amonto? Kok kayak merk bajunne Dadap? :D

trus, Eva ngambeknya sampai kapan Wir? Yang baca itu siapa Wir? Aku ya? hehehe… soalnya lupa.

[Reply]

Wira Reply:

Wah, aku lupa, lupa, dan lupa Yu. Maaf. Tapi kayaknya sih bukan kamu, soalnya yang baca itu krunya KCDLL. ;)

Padahal banyak anak SMU yang pengen jadi dokter…

[Reply]

Wira Reply:

Jadi dokter beneran, atau aktor/aktress dokter? :)

27 Mar 2009, 20:42
by ikapermatahati


Yg bc diary eva tuh si pala..dia sambil senyam senyum dgn bangganya bc diary si eva, kenceng lg. Jd d..ngambul mbok eva

[Reply]

Wira Reply:

Ini dia yang ditunggu-tunggu, akhirnya berkunjung. Selamat datang, Ika Pujaan Hati, eh, Ika Permata Hati. Haha… si Phala toh yang baca. Phal, ayo tanggung jawab! ;)

Ternyata memorimu keren ya wir.. Dulu aq sempat jatuh lmyn parah di th 98 n jujur aja ada beberapa kejadian sblm aq jatuh yg aq bnr2 blank…tp stlh baca2 aq jd lgs inget lg d… Wah makasih bgt! Krn aq bnr2 rindu komunitas ini, org2nya, momen2nya. Hopefully..stlh ini roh roh pecintaku bnr2 kembali untuk menggaru syair lg di ladang hati..hehehe

[Reply]

Wira Reply:

Haha… demi memunculkan kembali semua memori ini, aku rela kehabisan rambutku, Ka… :D Cieee… menggaru syair di ladang hati… I love that.

Hahaha…i really believe that ur head works so hard on it…sampe segitu licinnya :-D

[Reply]

Wira Reply:

Haha… disemir tiap hariii….

ternyata si Phala dari dulu emang suka jail ya…. Belum lagi ngelompatin orang sampai orangnya ngucapin sumpah serapah, he…he…

[Reply]

*name

*e-mail

web site

leave a comment


 
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    [Kena.Ajian.Sirep] [Anak.Muda] [Keroyokan.Cerpen] [Adhi.Runner-Up] [Malioboro] [Eksperimen.Eksperimen] [Maaf.Saya.Tidak.Tahu.Perubahan.No.Undi] [Wahyu.Gagal.Mengkader.Wira] [Wisata] [Ratna] [Sucahya.Jangan.Diajak] [Lautan] [Dispen.Nonton.Film] [Angin.Biang.Demo] [Antologi.Bersyarat] [Sibang.Kaja]