23 Apr 2009, 21:08
Journey Person
by Wira


Adhi Tze-Tze

Pantai Kuta selalu menjadi tempat bermain yang menyenangkan. Tapi kadang, untuk satu dua orang, menjadi tempat yang paling menyebalkan. Bagaimana tidak, jika satu dua orang inilah yang dipakai sebagai bahan utama permainan. Contohnya Philips, ketika dia dipermainkan habis sewaktu minta menjadi peran utama dalam sebuah operet. Cerita tentang ini sudah pernah saya posting di sini.

Contoh yang lain, Adhi Tiana. Selalu menyenangkan untuk menjadikan Adhi sebagai bahan ketawaan. Anda tahu lalat tze-tze? Lalat yang jika menggigit, mengakibatkan korbannya menjadi ngantuk berat. Nah, anak-anak angin percaya, Adhi pernah digigit lalat tze-tze, sehingga bawaannya ngantuk melulu, dan bisa tertidur dalam situasi dan kondisi apapun. Adhi pun mendapat julukan Adhi Tze-tze.

Malam itu, kita duduk di tepi Pantai Kuta. Seperti biasa, hanya obrolan dan candaan biasa, sekedar pengundang tawa. Semakin lama, air laut semakin pasang, sehingga mencapai tempat kita duduk, mengharuskan untuk pindah menjauh. Kita pun bergeser cukup jauh dari tepi pantai, dan melanjutkan obrolan. Nah, ketika obrolan semakin asyik, rupanya enzim lalat tze-tze mulai mempengaruhi Adhi sehingga dia pun tertidur. Lalu, Manuk, anak KISS-1 yang cukup dekat dengan anak angin, yang kebetulan malam itu juga ikut, punya ide cukup brillian.

“Ayo kita pindah lebih menjauh lagi. Biarkan Adhi tertidur sendirian di sini. Nanti kan air semakin pasang. Nah, kita lihat reaksi Adhi ketika air laut mulai menyentuhnya.” Manuk membeberkan idenya, yang membuat kita cukup geli membayangkan realisasinya nanti.

Lalu kita meninggalkan Adhi tertidur sendirian di dekat batas air pantai, dan mengamati dengan excited, berharap air laut segera menyentuhnya. Beberapa kali ombak menghampiri Adhi, tetapi hebatnya, tidak sekalipun air laut berhasil menyentuh Adhi. Wah, rupanya kereligiusan Adhi -waktu itu Adhi penganut Sai Baba- melindungi dia dari niat jahat kita. Lama menunggu, Adhi masih terlelap tanpa gangguan air laut seperti harapan kita.

Akhirnya Manuk tidak sabar. Dia berjalan menghampiri Adhi, lalu memegang kedua kakinya, dan langsung menyeretnya menuju ombak! Hahaha… kalau air laut segan untuk mengganggu Adhi, maka Manuk punya cara sendiri untuk memaksa air laut membangunkan Adhi. Manuk memang selalu kasar dalam bermain. :D

NB: Tokoh Bejo dalam postingan sebelumnya, bukanlah Manuk. Dan tentu saja, tokoh Manuk dalam postingan ini, memang nama sebenarnya, bukanlah Bejo.

hehehe… ya aku ingat adegan Manuk menyeret Adi ke laut. Adi ngamuk-ngamuk, tapi tidak pernah marah. “Kangenang eee..”

[Reply]

masa sma di sana kayana benar-benar indah..
cihuiiiiiiiiiiiiiiiiiii…

[Reply]

27 Jun 2009, 19:10
by .b.a.r.l.i.


Trus siapa ya bejo itu…???

[Reply]

*name

*e-mail

web site

leave a comment


 
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    [Kena.Ajian.Sirep] [Anak.Muda] [Keroyokan.Cerpen] [Adhi.Runner-Up] [Malioboro] [Eksperimen.Eksperimen] [Maaf.Saya.Tidak.Tahu.Perubahan.No.Undi] [Wahyu.Gagal.Mengkader.Wira] [Wisata] [Ratna] [Sucahya.Jangan.Diajak] [Lautan] [Dispen.Nonton.Film] [Angin.Biang.Demo] [Antologi.Bersyarat] [Sibang.Kaja]