5 Mar 2009, 21:08
Drama Latihan PSR
by Wira

13 comments

Dear Diary

Dalam sebuah kebersamaan, biasanya selalu ada pergesekan. Itu hal yang lumrah. Pergesekan mengarah ke konflik antar individu biasanya terjadi karena perbedaan sensitivitas masing-masing individu tersebut dalam sudut pandang mereka terhadap sesuatu. Cieee… bahasaku sudah keren belum? Soalnya aku mulai bingung dengan apa yang kutulis. Biasanya, semakin aku bingung membaca sebuah tulisan, aku menganggap tulisan tersebut menggunakan bahasa yang luar biasa keren. Wualahhh… :D

Jadi intinya begini. Cerita ini masih dalam rangka persiapan KCDLL-nya anak angin pada PSR tahun 1995. Dalam naskah KCDLL, terdapat tokoh dokter. more »

26 Feb 2009, 21:08
Drama PSR Person
by Wira

41 comments

Profesor Adhi

PSR tahun 1995, waktu aku masih kelas satu, salah satu group angin memainkan drama Kisah Cinta dan Lain-lain (KCDLL) yang disutradarai oleh Phalayasa. Dalam naskah tersebut terdapat tokoh Profesor. Jika saja KCDLL kita mainkan saat ini, maka yang paling pantas untuk memerankan tokoh Profesor itu adalah aku sendiri, -selain Gantet tentunya- mengingat kondisi rambut di kepalaku yang sudah menipis layaknya seorang profesor. Tapi, 14 tahun lalu, Phalayasa menjatuhkan pilihannya pada Adhi Tiana sebagai sang Profesor.

Suatu sore, setelah latihan KCDLL berakhir, anak-anak angin diundang oleh Dewandra untuk makan malam di rumahnya. more »

19 Feb 2009, 21:08
Drama LDM
by Wira

43 comments

Djembatan Gondolajoe

Maaf sebelumnya, tidak banyak yang bisa saya ingat tentang cerita ini. Mungkin Eka Sucahya dan Wahyu Dhyatmika bisa menambahkan dan mengoreksi nostalgia saya.

November 1994, Senat Mahasiswa Universitas Udayana menyelenggarakan Lomba Drama Modern se-Bali untuk umum. Anak angin memutuskan untuk ikut berperan, dan mengambil naskah Jembatan Gondolayu dari Nasjah Djamin. Waktu itu saya masih kelas 1, dan ini adalah pengalaman pertama saya dalam sebuah produksi drama modern. Sebelumnya saya hanya berkesempatan berproduksi dalam sebuah operet. Seingat saya, keputusan untuk ikut lomba ini diambil sekitar seminggu sebelum lomba. Nah lho, mepet banget! more »

Anak Angin Menunggu Godot

Sudah lebih tiga bulan aku bernostalgia tentang angin dengan menuliskan kembali kilasan-kilasan memori yang masih samar tersimpan. Tiba-tiba saja, kemaren, ada dorongan yang begitu kuat untuk bernostalgia dengan cara yang lain. Aku ingin merasakan kembali suasana angin. Merasakan, dan tidak sekedar mengingat atau membayangkan. Satu-satunya cara adalah, dengan kembali berada di tengah-tengah suasana angin. Kebetulan aku mendapat informasi bahwa anak angin sedang dalam persiapan untuk menggelar Malam Apresiasi Sastra, MAS, pada tanggal 29 dan 30 Januari 2009. Normalnya, saat-saat ini, anak angin pasti sedang intens latihan. Kesempatan yang sangat tepat untuk mengunjungi mereka. more »

15 Jan 2009, 21:08
Drama Latihan PSR Person
by Wira

6 comments

Tendangan Maut

Tokoh utama kisah kali ini adalah Phillips Andrew Fitzgerald Pangemanan, anak angin angkatanku, ibunya kebetulan seorang guru di Smansa. Layaknya Srimulat yang memiliki tokoh pelengkap penderita semacam Bambang Gentolet atau Gogon, begitu juga dulu Phillips diperlakukan oleh beberapa anak angin. Setiap tingkah lakunya selalu dijadikan bahan olok-olok. Paling enak memang, menggunakan Phillips sebagai bahan candaan. [Phillips, melalui tulisan ini, kusampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya, karena pernah memperlakukanmu tidak sewajarnya. Harus kuakui, Phillips adalah salah satu kawan terbaik.]

Berbicara tentang Phillips, more »

14 Dec 2008, 21:08
Drama PSR
by Wira

22 comments

Dewan Juri, Mohon Maaf, Tolong Pindah ke Belakang….

Wahyu Dhyatmika tidak mau puas dengan naskah yang ada di hadapannya. Sutradara punya kuasa penuh di atas panggung, bukan penulis naskah. Demikian kira-kira prinsipnya. Maka naskah RSU dirombak total. Tokoh serta dialog Si A, Si B, Si C, dll direstrukturisasi. Selanjutnya ditambahkan beberapa tokoh baru sebagai pemanis. Ada Dukun. Ada perawat RSJ yang menjemput sang Dukun, yang ternyata adalah pasian sakit jiwa. Ada pasangan pemuda-pemudi yang hamil di luar nikah. Dan yang lain-lain, yang semuanya tidak dimunculkan oleh penulis naskah. Naskah RSU ala Wahyu bukanlah naskah RSU ala kadarnya.

Di hari pementasan, kesibukan luar biasa buat anak angin. more »

11 Dec 2008, 21:08
Casting Drama PSR
by Wira

11 comments

Hatiku untuk RSU

Mari kita kembali ke cerita seputar PSR. Dalam tulisan [membanting lidah] sudah dijelaskan bahwa anak angin mengirim 3 grup drama pada PSR tahun 1996. Salah satunya adalah RSU, yang disutradarai Wahyu Dhyatmika.

Melihat sekilas naskah RSU, aku sudah tertarik. Amat sangat bisa dimainkan. Dan karena sutradaranya Wahyu, aku semakin tertarik. Pengalaman yang begitu mengesankan dalam Sorga Neraka di bawah arahan Wahyu menjadi alasan utamanya. Ingin rasanya mengulang kembali kejayaan Sorga Neraka ke dalam RSU. Lalu aku berharap dipilih sebagai salah satu pemeran oleh Wahyu pada saat casting nantinya. more »

29 Nov 2008, 21:08
Drama MAS Person
by Wira

26 comments

Sorga Neraka [2]

Cerita di balik pementasan. Beberapa anak angin sangat excited dalam masa persiapan, karena kita pada akhirnya punya cukup uang untuk membeli beberapa lampu panggung. Iya man, lampu panggung! Memang ada beberapa peninggalan lampu dari angkatan sebelumnya, tapi kurang banyak. Jadi kita langsung meluncur ke Tiara Dewata, pilih-pilih, OK, langsung bayar di kasir.

Lalu para tukang kayu yang dikomando oleh Ardita mulai merancang tatakan-tatakan untuk lampu. Agak susah juga. Lampunya ternyata terlalu berat, sehingga tatakan segitiga yang kita buat baru bisa berdiri sesuai harapan setelah diberi batu pemberat. Hehehe, agak-agak dongkol juga dengan kebodohan kita mengolah tatakan ini. more »

27 Nov 2008, 21:08
Drama MAS Puisi
by Wira

10 comments

Sorga Neraka [1]

Mari kita tinggalkan sejenak cerita-cerita seputar PSR. Anak Angin punya gawe tahunan yang namanya MAS, Malam Apresiasi Sastra. Ajang ini biasanya digunakan sebagai momen unjuk gigi bagi anak-anak baru. Juga momen untuk persiapan ajang-ajang yang lebih besar seperti PSR, Pekan Seni Remaja. Istilah MAS pertama kali muncul kalau tidak salah sekitar akhir tahun 1995. Tahun-tahun sebelumnya, ada ajang sejenis yang menjadi cikal bakal MAS, yaitu Malam Chairil Anwar.

Malam Chairil Anwar, acara yang dipersembahkan oleh anak angin untuk mengenang Chairil Anwar, penyair angkatan 45 yang meninggal tanggal 28 April 1949, di usianya yang belum genap 27 tahun. more »

23 Nov 2008, 21:08
Drama PSR
by Wira

13 comments

Perang Leak, Pocong, dll

Tibalah saatnya pementasan Komidi Sebabak di PSR 1996. Di saat-saat terakhir sebelum pentas, ada ide untuk membuat Pak Dul terlihat ompong, dengan cara menyelipkan kertas karbon di gigi. Setelah dicoba, effectnya terlihat bagus. Maka kuselipkan kertas karbon di gigiku, tanpa peduli berbahaya atau tidak.

Belakang panggung selalu menjadi tempat yang menegangkan dalam setiap pementasan. Saat-saat sebelum naik panggung, yang dibutuhkan hanya konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi. Jangan terpengaruh hal-hal di luar pementasan. Kebetulan kita mendapat giliran pentas kedua. Dan kabar yang terdengar, para suporter pementasan sebelumnya masih memenuhi area penonton. more »

 
  
  • Recent Comments

  • Random Posts

  • Anginers

  • Next Random Story

    [Kena.Ajian.Sirep] [Anak.Muda] [Keroyokan.Cerpen] [Adhi.Runner-Up] [Malioboro] [Eksperimen.Eksperimen] [Maaf.Saya.Tidak.Tahu.Perubahan.No.Undi] [Wahyu.Gagal.Mengkader.Wira] [Wisata] [Ratna] [Sucahya.Jangan.Diajak] [Lautan] [Dispen.Nonton.Film] [Angin.Biang.Demo] [Antologi.Bersyarat] [Sibang.Kaja]